Surah An Nas diturunkan ketika Nabi Muhammad SAW masih berada di Kota Makkah dan belum hijrah ke Madinah. Oleh sebab itu, surat ini dimasukkan dalam golongan surat Makkiyah. Sebab turunnya surat An Nas juga berkaitan dengan sebuah peristiwa yang Nabi Muhammad SAW alami di sana.

Dalam surah An Nas sendiri terdapat anjuran agar manusia hanya memohon pertolongan kepada Allah SWT. Sedangkan nama An Nas itu diambil dari akhir ayat pertama dalam surat ini yang artinya adalah manusia.

Surah An Nas tergolong dalam Surat Makiyyah, namun ada ikhtilaf beberapa ulama yang menyebutkan bahwa surah ini masuk dalam kategori Surat Madaniyah.

A. Sebab Turunnya Surat An Nas

Asbabun Nuzul atau Sebab Turunnya Surat An Nas beserta Kisah Asbabun Nuzul Surah ini

Jika menyebutkan sebab turun surah An Nas, maka ini juga berkaitan dengan surat Al Falaq. Bahkan kedua surat ini, yaitu An Nas dan Al Falaq disebut dengan al mu’awwidzatain yang berarti dua surat perlindungan. Intinya, kedua surat ini menuntun pembacanya untuk menuju ke tempat berlindung.

Surat Al Falaq kemudian disebut dengan al mu’awwidzatain al ‘ula, sementara surah An Nas disebut dengan al mu’awwidzatain ats tsaaniyah. Maksudnya adalah kedua surat turunnya bersamaan, namun yang lebih dahulu adalah surat Al Falaq, baru setelahnya An Nas.

Mengenai kisah yang menjadi penyebab turunnya surah An Nas ini, ada hubungannya dengan Nabi Muhammad SAW yang mengalami sakit. Kisah ini bisa dijelaskan dalam dua poin sebagai berikut:

1. Nabi Muhammad SAW Sakit

Penyebab Nabi Muhammad saw mengalami sakit adalah karena beliau disihir oleh Labid bin Al A’sham, seorang dari Bani Zuraiq. Saat itu, datang dua malaikat yang mendatangi beliau. Salah satunya duduk di arah kepala, sementara yang satunya lagi duduk di arah kaki.

Kedua malaikat tersebut berdialog dan dari dialog itu, Nabi Muhammad SAW mengetahui bahwa beliau sebenarnya tengah disihir oleh seseorang.

Dari dialog dua malaikat itu pula Nabi Muhammad SAW mengetahui bentuk sihir yang berupa gigi sisir serta rambut beliau yang rontok saat disisir serta pelepah kurma. Sihir itu ditempatkan di suatu sumur.

2. Sebab Turunnya Surat An Nas Kedua

Nabi Muhammad Mengutus Ammar bin Yasir untuk Mencari Simpul atau Sihir

Keesokan harinya, Nabi Muhammad SAW mengutus sahabat Ammar bin Yasir dan beberapa sahabat lain agar pergi ke sumur tersebut. Saat tiba, air sumur berubah warna seperti air inai atau pacar. Bentuk sihir yang disebutkan oleh malaikat sebelumnya juga berhasil ditemukan.

Ada kotak kecil yang di dalamnya terdapat tali dengan 11 simpul. Lalu Allah SWT menurunkan surat Al Falaq dan juga An Nas. Setiap Nabi Muhammad SAW membaca satu ayat, terurai satu simpul. Saat seluruh ayat sudah dibacakan, semua simpul pada tali terlepas.

B. Catatan Penting Mengenai Surah An Nas

An Naas merupakan salah satu surat yang spesial. Selain karena berada sebagai penutup surat dalam Al Quran, An Nas juga memiliki berbagai macam fadzilah bagi pembacanya. Karenanya, membaca surat ini sangat dianjurkan, terlebih lagi ketika menjelang tidur ataupun pada dzikir pagi dan sore hari.

1. Catatan Pertama

Perbedaan Pendapat Para Ulama Mengenai Surat Makiyah atau Madaniyah

Walaupun sebelumnya sudah dijelaskan bahwa An Nas termasuk dalam golongan surat Makkiyah, namun ulama berbeda pendapat mengenai hal ini. Karena ada juga ulama’ yang mengatakan bahwa An Nas bersama dengan Al Falaq termasuk surat Madaniyah.

Bahkan kebanyakan ulama’ mengatakan bahwa dua surat tersebut termasuk dalam golongan surat Madaniyah. Walau begitu, kandungan Surat An Nas tergolong cukup banyak.

2. Catatan Kedua

Disebutkan dalam Aysar at Tafaasir bahwasanya Labid bin Al A’sham yang menyihir Nabi Muhammad SAW. Atas peristiwa ini, turun surat An Nas dan juga surat Al Falaq yang kemudian disebut dengan mu’awwidzatain.

Malaikat Jibril as meruqyah Nabi Muhammad SAW dan Allah SWT memberikan beliau kesembuhan. Ini menunjukkan bahwasanya ruqyah syar’iyyah itu diperbolehkan. Bisa dari ayat Al Qur’an atau dzikir berbahasa Arab.

Ruqyah ini diperbolehkan dan disunnahkan dengan menyebut nama Allah SWT. Akan tetapi, terdapat hadits yang menyebutkan bahwa mereka yang masuk surga tanpa hisab ialah yang tidak melakukan ruqyah.

Salah Satu Sebab Turunnya Surat An Nas untuk Menangkal Sihir

Kedua hal ini seolah bertentangan sehingga bisa dikatakan bahwa ruqyah yang harus ditinggalkan ialah ruqyah yang terdapat kalimat kekafiran di dalamnya. Selain itu, dikatakan ruqyah itu bermasalah apabila tidak jelas dari bahasa non Arab sehingga tidak diketahui maknanya.

Ada pula pendapat yang menyebutkan bahwa lebih afdal itu meninggalkan ruqyah dan tetap bertawakkal kepada Allah Swt. Namun, hukum ruqyah di sini masih diperbolehkan.

Namun, perlu digaris bawahi dimana Maha Pelindung dan Penyembuh segala penyakit, hanyalah Allah Subhanahu Wata’ala. Dan bacaan surah apapun, hanyalah sebagai washilah dan pengantar saja. Sehingga

Berdasarkan paparan di atas, bisa diketahui bahwa sebab turunnya surat An Nas ini ada hubungannya dengan disihirnya Nabi Muhammad SAW oleh orang kafir dan berkaitan dengan surat Al Falaq. Kedua surat ini dikenal sebagai surat perlindungan dan Nabi Muhammad SAW sendiri biasa membacanya sebelum beliau tidur. Selain itu, kedua surah ini juga dapat disisipkan ke dalam dzikir pagi dan petang. Wallahu a’lam bish showab.

About the Author

Hanan Afifi

Alumni pondok pesantren modern di Kabupaten Semarang dan salah satu penulis di Ayat-Quran.com.

View All Articles