Apa sih pengertian surat Al Falaq? Jika di dalam Al Qur’an, Al Falaq merupakan surat yang ke-113 dan berada di juz terakhir atau juz 30 atau yang biasa disebut juga dengan juz ‘amma. Para ulama telah sepakat bahwa surat ini diturunkan di Makkah sehingga disebut surat Makkiyah.

Al Falaq jika digabungkan dengan An Nas biasa disebut dengan al muawwidzatain. Kedua surat ini sama-sama merupakan surat pendek yang sangat mudah untuk dihafalkan. Jumlah ayatnya juga sedikit.

Sekilas Tentang Pengertian Surat Al Falaq

Surat pendek ini hanya terdiri atas 5 ayat yang semuanya juga pendek Jika dalam bahasa Arab, arti dari Al Falaq itu sendiri ialah sesuatu yang terpisah atau sesuatu yang terbelah dengan asal katanya falaqa yang berarti membelah.

Sebagian dari ulama telah menafsirkan bahwa al falaq itu adalah subuh atau pagi. Pasalnya, malam menjadi tertutup dan cahaya pagi hadir di celah-celah kegelapan malam sehingga menjadikan malam seolah terbelah.

Pengertian Surat Al Falaq Menurut Ibnu Abbas

Pengertian Surat Al Falaq Menurut Ibnu Abbas
Pengertian Surat Al Falaq Menurut Ibnu Abbas

Sedangkan dalam riwayat yang lain, Ibnu Abbas menjelaskan bahwa al falaq itu artinya adalah makhluk. Dengan menyadari bahwa Allah SWT itu mampu membelah malam yang gelap dengan cahaya pagi, maka seseorang menjadi yakin bahwa Allah SWT juga berkuasa menyingkirkan kejahatan serta kesulitan

Selain pendapat tersebut, sebagian ulama yang lainnya menafsirkan Al Falaq dengan pengertian yang lebih luas. Pendapat ini mengatakan bahwa pengertian surah ini ialah berbagai hal yang terbelah, tanah terbelah oleh mata air, tanah terbelah oleh tumbuhan dan masih banyak lagi.

Teks Surah Al Falaq dan Terjemahnya

Teks Arab beserta Terjemahan Surah Al Falaq
Teks Arab beserta Terjemahan Surah Al Falaq

Berikut lafadz arab beserta terjemahan dari surah Al Falaq:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ – ١

Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar),

مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ – ٢

dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,

وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ – ٣

dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ – ٤

dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),

وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ – ٥

dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”

Makna Surah Al Falaq

Sebagaimana yang telah disebutkan, Al Falaq terdiri atas 5 ayat dan jika dalam Al Qur’an posisinya berada sebelum surat An Nas. Dalam surah Al Falaq, Allah menyebutkan beberapa kejahatan yang ada di muka bumi.

Berikut beberapa penjelasan mengenai makna surah Al Falaq mulai ayat satu hingga ayat kelima:

1. Ayat Pertama

Makna beserta Pengertian Surat Al Falaq
Makna beserta Pengertian Surat Al Falaq

Pada ayat pertama, Allah Subhanahu Wataala menekankan pada kekuasan-Nya. Jika melihat pada terjemahan ayat yang pertama di atas, maka bisa diketahui bahwa yang dimaksud dengan robbul falaq ialah Allah SWT, karena memang Dia-lah yang menguasai waktu subuh.

Sedangkan lafadz a’udzu berarti aku berlindung.

Dengan demikian, bisa dipahami bahwa yang membaca surat ini berarti dia memohon perlindungan kepada Allah SWT. Ayat ini menyiratkan bahwa Allah SWT telah memerintahkan manusia untuk berlindung hanya kepada Allah SWT.

Berlindung istilah lainnya ialah isti’adzah dan itu termasuk ibadah. Sementara ibadah hanya boleh dilakukan kepada Allah SWT, dengan kata lain memohon perlindungan pun tidak boleh dilakukan jika selain kepada Allah SWT.

Sedangkan, Al Falaq juga merujuk pada peralihan antara malam menjadi siang. Pada masa ini, akan ada banyak peristiwa yang terjadi mulai dari perubahan suhu hingga tersebarnya penyakit. Maka dari itu, membaca QS. Al Falaq sangat dianjurkan sebagai permohonan perlindungan.

2. Ayat Kedua

Ayat kedua menjelaskan bahwa permohonan perlindungan kali ini ditujukan dari semua makhluk yang Allah ciptakan. Makhluk yang dimaksud bisa berupa setan, jin maupun manusia. Bahkan dalam ayat ini juga mencakup diri sendiri.

Sesuai dengan apa yang dijelaskan oleh Syaikh al-;Utsaimin, kejahatan diri sendiri termasuk dalam yang pertama kali masuk dalam makna kata ini.

3. Ayat Ketiga

Ayat ketiga berisi permohonan perlindungan kepada Allah SWT dari kejahatan malam. Malam identik dengan gelap. Sedangkan tidak ada satupun yang mengetahui apa yang akan terjadi saat malam hari yang gelap kecuali Allah SWT.

Di sisi lain, malam juga merupakan waktu yang sangat rentan untuk terjadi kejahatan. Bahkan jika diperhatikan, banyak penjahat yang beraksi saat malam yang gelap ini. Selain itu, bisikan-bisikan menyesatkan dan rasa takut akan kehadiran makhluk halus juga umumnya datang saat malam hari.

Ayat ini memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai marabahaya tersebut. Tanpa adanya perlindungan dari Allah SWT, seseorang tidak akan selamat karena menghindari bahaya saat malam hari juga cenderung lebih sulit dilakukan.

4. Ayat Keempat

Ayat keempat menyinggung penyihir yang membaca mantra atau jampi-jampi. Dengan demikian, secara jelas ayat ini berisi permohonan perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai sihir yang bisa mengganggu ketentraman hidup.

Kata yang berarti penyihir dalam ayat ini memang lebih merujuk pada perempuan mengingat biasanya yang menjadi penyihir adalah perempuan. Akan tetapi, berdasarkan sejumlah referensi, dalam ayat ini juga tercakup penyihir laki-laki.

5. Ayat Kelima

Sementara ayat kelima menyinggung soal orang yang dengki. Biasanya orang yang dengki sangat berbahaya karena mereka mempunyai niat yang lebih kuat untuk melenyapkan hal-hal yang membuat seseorang bahagia.

Namun ada juga orang yang hanya menyimpan kedengkiannya tersebut di dalam hatinya. Orang yang seperti ini cenderung tidak akan melukai sasarannya, hanya saja dia sendirilah yang akan merasa gundah serta sakit hati.

Sebagai kesimpulan, kejahatan sangat banyak macamnya. Setidaknya tersebut empat kejahatan pada ayat kedua hingga terakhir. Ada baiknya, kita selalu memohon perlindungan kepada Allah SWT dari segala kejahatan.

Dalam surat ini juga disampaikan empat kejahatan secara khusus dan untuk menangkalnya, Rasulullah SAW telah mengajarkan untuk membaca surat Al Falaq dan surat An Nas. Kedua surat tersebut banyak dikenal sebagai Al Muawizatain.

Membaca Surat Muawwizat Sebelum Tidur

Keutamaan Membaca Surat Muawwizat Sebelum Tidur
Keutamaan Membaca Surat Muawwizat Sebelum Tidur

Sebelum beranjak tidur, sebaiknya membaca kedua surat tersebut, ditambah dengan surat Al Ikhlas. Dengan membaca ketiga surat tersebut, kita akan mendapat lindungan dari Allah SWT hingga terbangun esok hari.

Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim mengenai kebiasaan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasaalam sebelum tidur.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila ingin beranjak tidur, Nabi Muhammad meniup kedua telapak tangannya, lalu membaca surah mu’awwidzaat (surah An Naas, Al Falaq, serta Al Ikhlas), setelah itu, Beliau mengusapkan kedua tangannya pada seluruh tubuhnya.

Referensi:

  1. Kitab Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali
  2. Kitab Kunuz Riyadh Ash-Shalihinkarya H. Prof. Dr. Hamad bin Nashir bin ‘Abdurrahman Al-‘Ammar

Sekian bahasan AyatQuran.com mengenai Pengertian Surat Al Falaq beserta bacaan dan makna dan penjelasan tiap ayatnya. Mudah mudahan dengan belajar dan mengamalkan isi surah ini, kita selalu mendapat perlindungan dari berbagai kejahatan di muka bumi ini. Wallahu a’lam bish showab.

About the Author

Hanan Afifi

Alumni pondok pesantren modern di Kabupaten Semarang dan salah satu penulis di Ayat-Quran.com.

View All Articles