Isi Kandungan Surat An Nas menarik untuk dibahas. Berikut detail lengkap 5 makna dan keutamaan tiap ayat dalam surah An Naas. Surat An Nas adalah surat yang amat pendek, hanya terdiri atas 6 ayat dan masing-masing ayat tersebut juga tidak terlalu panjang.

Jika di dalam Al Qur’an, surat An Nas ini berada di urutan yang terakhir. Namun jika dilihat berdasarkan urutan turunnya, maka surat An Nas sebenarnya merupakan surat yang ke-21 setelah surat Al Falaq dan sebelum surat Al Ikhlas.

Melalui artikel kali ini, kita akan belajar bersama mengenai apa saja makna surah An Naas dari ayat pertama hingga akhir. Selamat menyimak.

Isi Kandungan Surat An Nas

5 Isi Kondisi Kandungan Surat An Nas dan Maknanya
5 Isi Kondisi Kandungan Surat An Nas dan Maknanya

Singkatnya, isi kandungan surah An Nas ialah perintah supaya manusia berlindung kepada Allah SWT dari berbagai jenis kejahatan baik itu dari jin maupun manusia. Namun, kandungan dalam surat An Nas ini jika didasarkan pada sejumlah tafsir ada beberapa, yakni sebagai berikut:

5 Kandungan Surat An Nas

  1. Terdapat permohonan perlindungan atau isti’adzah kepada Allah SWT
  2. Tiga sifat Allah SWT ditunjukkan dalam 3 ayat pertama, dan sifat tersebut ialah rububiyah, mulkiyah dan uluhiyah
  3. Tiga sifat yang dimaksud menunjukkan bahwa cuma Allah SWT saja yang merupakan pemelihara, pencipta, yang merajai, menguasai serta yang berhak disembah oleh manusia
  4. Rasa waswas itu adakalanya berasal dari jin dan adakalanya juga dari manusia. Surat ini juga menjelaskan bahwa setan bisa saja berasal dari golongan jin dan bisa juga dari golongan manusia
  5. Sifat Allah SWT yang disebut yakni Rabb, Malik dan ilaah hanyalah untuk memohon perlindungan dari rasa waswas.

Faedah Surat An Nas

Faedah Surat An Nas Ayat Pertama sampai Terakhir
Faedah Surah An Naas Ayat Pertama sampai Terakhir

1. Ayat Pertama

Dalam ayat ini, terdapat perintah bahwa memohon perlindungan itu hanyalah kepada Allah SWT. Sebab hanya Allah SWT saja yang bisa memberikan perlindungan tersebut. Sedangkan memohon perlindungan itu biasa disebut dengan isti’adzah.

Isti’adzah ini merupakan salah satu bentuk ibadah. Maka dari itu isti’adzah tidak boleh dilakukan kepada selain Allah SWT. Jika sampai dilakukan kepada selain Allah SWT, maka ini adalah syirik.

Kemudian dalam ayat satu juga terdapat kata Rabb yang artinya adalah Dzat yang menciptakan, menguasai serta mengatur alam dan juga isinya bahkan termasuk manusia. Jelas bahwa kata Rabb di sini merujuk kepada Allah SWT.

2. Ayat Kedua

Dalam ayat ini ada kata Malik yang menunjukkan bahwa Allah SWT yang telah menguasai manusia dan seluruh urusannya dan Allah SWT sama sekali tidak butuh kepada manusia.

Seluruh ibadah manusia adalah untuk diri sendiri. Dengan kata lain, Allah menegaskan bahwa semua amal kebaikan, baik sholat, zakat, haji, dan ibadah lainnya ialah untuk manusia. Karena sekali lagi Allah SWT tidak memerlukan apapun dari manusia.

Selanjutnya, bisa dijelaskan juga bahwa yang menjadi tempat bergantung itu hanya Allah SWT dan hanya Allah SWT jua yang bisa melindungi.

3. Ayat Ketiga

Isi Kandungan Surat An Nas Ayat Ketiga
Isi Kandungan Surat An Nas Ayat Ketiga

Dalam ayat ini terdapat kata ilaah yang juga merujuk kepada Allah SWT. Ilaah ialah sesembahan yang berhak disembah. Dengan demikian, ibadah yang dilakukan tidak boleh dipersembahkan kepada selain Allah SWT karena memang hanya Allah SWT satu-satunya sesembahan.

Apabila ada orang yang mempersembahkan ibadahnya kepada selain Allah SWT, maka itu termasuk syirik dan orang yang melakukannya disebut dengan musyrik.

Bahkan, Allah sendiri berfirman pada surat Luqman ayat 13, yang artinya:

“Sesungguhnya berbuat syirik (menyekutukan Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar”

Jika seorang muslim melakukan kemusyrikan hingga ajal menjemput, Allah tidak akan mengampuni dosa (kesyirikan) tersebut. Allah berfirman pada surat An Nisaa ayat 48, yang artinya:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”.

Selain merupakan kedzoliman yang besar dan tidak akan diampuni, pelaku syirik juga kelak akan diharamkan untuk masuk surga. Hal ini sesuai dengan firman Allah pada surat Al Maaidah ayat 72, yang artinye:

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Ku (Allah), maka pasti akan Ku (Allah) haramkan Surga padanya, dan tempatnya (kelak) ialah Neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun”

4. Ayat Keempat

Dalam ayat keempat, rasa was was kembali tersebut. Sedangkan waswas sendiri adalah hal yang buruk sehingga jika sampai ada waswas dalam hati manusia perlu dihilangkan. Kemudian kata alkhonnaas menjadi sifat dari waswas yang artinya adalah samar dan tersembunyi.

Ini menunjukkan bahwa rasa waswas yang muncul dalam hati tidak disadari datangnya karena samar itu tadi. Ada sebagian ulama tafsir yang menjelaskan bahwa alwaswaasil khonnaas itu adalah bisikan setan saat sedih, senang dan saat berdzikir kepada Allah.

Sementara kata syarrun oleh ulama tafsir ijma merupakan sebagai kejahatan setan yang dapat menimbulkan rasa waswas ke dalam hati manusia. Dan dalam ayat ini, Allah SWT juga telah memerintahkan manusia untuk memohon perlindungan dari rasa waswas tersebut.

5, Ayat Kelima

Selanjutnya dalam ayat kelima dijelaskan bahwa setan membisikkan kesesatan dan rasa waswas dalam dada manusia (menurut Tafsir al Muyassar). Setan melakukannya dengan lirih tanpa melalui pendengaran manusia.

Setan itu juga sangat dekat serta mudah sekali baginya untuk membisikkan kesesatan dan juga rasa waswas. Sehingga di sini kembali perlu ditekankan bahwa manusia membutuhkan pertolongan Allah SWT agar tidak tersesat dalam tipu daya setan.

Seperti Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau berkata: Rasulullâh Shallallahu‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

“Setan mendatangi salah seorang manusia, lalu (setan) bertanya, ‘Siapakah yang menciptakan ini? Siapakah yang menciptakan itu?’ Hingga dia (setan) bertanya, ‘Siapakah yang menciptakan Rabb-mu?’ Oleh karenanya, apabila telah sampai pada seseorang hal tersebut, maka hendaklah ia (seseorang itu) berlindung pada Allah lalu hendaklah menghentikan (was-was tersebut)”.

6. Ayat Keenam

Makna Surah An Naas Ayat Terakhir
Makna Surah An Naas Ayat Terakhir

Ayat keenam menegaskan bahwa terdapat makhluk yang disebut dengan jin. Kata jin ini berasal dari janna – yajinnu yang berarti tertutup, dan jin memang tertutup dari pandangan manusia. Sebagian dari ulama tafsir mengatakan bahwa ayat keenam ini merupakan rincian dari ayat kelima sebelumnya.

Namun ada juga ulama yang menjelaskan bahwa ayat ini adalah penjelasan ayat ke empat sehingga bila diartikan, setan bisa saja berasal dari golongan jin maupun manusia. Adapun setan dari golongan manusia ialah mereka yang membisikkan kesesatan serta waswas kepada sesamanya.

Sebagai umat Islam, tentu sudah mengetahui bahwa memohon perlindungan itu wajib ditujukan kepada Allah SWT. Sementara permohonan perlindungan yang tercakup dalam surat An Nas ialah agar selalu dijauhkan dari kejahatan iblis dan juga pasukannya.

Sekian bahasan Ayat Quran mengenai kandungan surat an nas beserta makna tiap ayatnya. Mudah mudahan dengan membaca, dan mempelajari ilmu Al Quran, dapat menambah wawasan. Selain itu, mudah mudahan dengan rutinnya kita membaca surah penutup Al Qur’an ini, dapat menjauhkan kita dari rasa was was, dan kejahatan iblis beserta pasukannya. Aamiin ya robbal alamiin.

Tentunya, dapat menambah tabungan pahala untuk yaumil akhir nanti. Wallahu a’lam bish showab.

About the Author

Hanan Afifi

Alumni pondok pesantren modern di Kabupaten Semarang dan salah satu penulis di Ayat-Quran.com.

View All Articles