Surat An Nas bisa ditemukan sebagai surat yang terakhir di dalam Al Qur’an. Surat ini berada di dalam juz 30 atau juz ‘amma. Untuk orang-orang yang masih belum lancar membaca Al Qur’an, biasanya lebih memilih menggunakan bacaan surat An Nas latin sebagai latihan.

An Nas merupakan salah satu dari tiga surat Al Muawizzatain. Dengan membaca surat penutup Ayat Al Quran ini, kita bisa mendapatkan banyak fadzilah. Karena itu, marilah kita bersama sama mebaca Surah An Nas, baik menggunakan teks arab maupun latinnya.

Bacaan Surat An Nas Latin & Arab

Bacaan Surat An Nas Latin & Teks Arabnya
Bacaan Surat An Nas Latin & Teks Arabnya

Membaca teks latin dalam surah An Nas memang sangat mudah. Namun, bacaan surah An Naas latin sebenarnya lebih susah mengingat masing-masing huruf hijaiyah itu harus diucapkan sesuai dengan makhrajnya.

Sedangkan jika ditulis secara latin, makhraj ini lebih susah dideteksi karena ada beberapa huruf hijaiyah yang bisa ditulis dengan cara yang sama ketika ditulis latin. Oleh sebab itu, selain belajar membaca atau menghafal surat An Nas dalam teks latin, perlu juga diperhatikan teks Arabnya.

Berikut ini terdapat teks surat An Nas baik itu dalam Bahasa Arab maupun secara latin.

Teks Arab

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ – ١

مَلِكِ النَّاسِۙ – ٢

اِلٰهِ النَّاسِۙ – ٣

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ – ٤

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ – ٥

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ – ٦

Bacaan Surat An Nas Latin

Bismillahirrohmaanirrohiim

Qul a’udzu birobbin naas (1)

Malikin naas (2)

Ilaahin naas (3)

Min syarril waswaasil khonnaas (4)

Alladzi yuwaswisu fii shuduurin naas (5)

Minal jinnati wan naas (6)

Makharijul Huruf

Makharijul Huruf Surah An Naas Ayat Pertama sampai Terakhir
Makharijul Huruf Surah An Naas Ayat Pertama sampai Terakhir

Kembali membahas makharijul huruf, jika dalam teks Arab, huruf ه dan huruf ح sangat berbeda. Namun ketika ditulis menggunakan latin, maka tulisannya sama-sama ha’. Padahal antara huruf ه dan huruf ح itu makhrajnya berbeda dan ini perlu diberikan perhatikan khusus.

Jika huruf ه makhrajnya adalah di pangkal tenggorokan, sedangkan huruf ح makhrajnya berada di tengah tenggorokan. Otomatis cara membacanya juga berbeda.

Jadi, sekarang sudah lebih paham bukan kenapa sebaiknya Anda juga perlu memperhatikan teks Arabnya saat membaca teks latinnya? Jangan lupa nanti praktekkan terutama ketika membaca ayat ketiga di atas ya.

Tajwid dalam Surat An Naas

Selain perlu memperhatikan makhrajnya, dalam membaca Al Qur’an termasuk surat An Nas juga perlu diperhatikan bagaimana hukum bacaannya. Ini adalah hal yang penting agar bisa membaca surat An Nas dengan benar.

Sebenarnya hukum bacaan surah An Nas itu cenderung sedikit. Tentunya, karena memang surat An Nas masuk dalam kategori surat yang pendek. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan berikut.

1. Hukum Bacaan Ayat Pertama

Dalam ayat pertama terdapat kata a’udzu. Hukum bacaan yang berlaku dalam kata ini ialah mad thabi’i atau mad asli. Sebab, dalam kata tersebut terdapat huruf wawu sukun atau mati yang posisinya berada setelah harokat dhommah.

Sedangkan mad thabi’i itu wajib dibaca panjang sepanjang 1 alif atau 2 harokat. Selanjutnya perhatikan kata ‘birobbi’. Fokus pada huruf ro, ini disebut dengan ro tafkhim karena mendapatkan harokat fathah, jadi harus dibaca tebal.

Kemudian ada kata Annaas. Dalam kata ini terdapat tiga hukum bacaan sekaligus, yakni idgham syamsiyah, ghunnah dan mad aridl lissukun. Disebut idgham syamsiyah karena di sana terdapat lam ta’rif.

Namun lam yang sebenarnya sukun itu menjadi tidak terbaca dan justru langsung dimasukkan dalam huruf nun. Disebut dengan ghunnah juga karena huruf nun diberi tanda tasydid dan wajib dibaca dengung.

Selanjutnya ada mad aridl lissukun karena di sana terdapat bacaan mad atau panjang yang bertemu dengan huruf yang dibaca mati karena waqaf.

2. Hukum Bacaan Ayat Kedua

Hukum Bacaan Surah An Naas Ayat Kedua
Hukum Bacaan Surah An Naas Ayat Kedua

Dalam ayat kedua juga perlu difokuskan pada kata annas. Sama seperti sebelumnya, di sini juga terdapat 3 hukum bacaan sekaligus. Yaitu idgham syamsiyah, ghunnah serta mad aridl lissukun dengan sebab yang sama seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Berikut rincian tajwid Surat An Nas ayat kedua:

  • Idgham Syamsiyah: مَلِكِ النَّاسِۙ
  • Ghunnah: النَّاسِۙ
  • Mad Aridh Lissukun: النَّاسِۙ

3. Hukum Bacaan Ayat Ketiga

Dalam ayat ketiga, terdapat 4 hukum bacaan tajwid. Dalam ayat ini fokus terlebih dahulu pada kata ilaaha. Khusus pada huruf lam, ini disebut dengan mad thabi’i juga, sebab di sana terdapat tanda mad thabi’i yang berupa harokat fathah berdiri sehingga harus dibaca panjang.

Kemudian fokus pada kata annaas. Kembali di sini terdapat 3 hukum bacaan yakni idgham syamsiyah, ghunnah serta mad aridl lissukun. Penyebabnya juga sama seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Berikut rincian tajwid untuk ayat ketiga Surat An Nas:

  • Mad Thobi’i: اِلٰهِ
  • Idgham Syamsiyah: اِلٰهِ النَّاسِۙ
  • Ghunnah: النَّاسِۙ
  • Mad Aridh Lissukun: النَّاسِۙ

4. Hukum Bacaan Ayat Keempat

Selanjutnya, terdapat 7 hukum bacaan pada Ayat Keempat Surat An Nas. Pada ayat ini, mari fokus pada kata min syarri terlebih dahulu. Di sini ada 2 hukum bacaan, yakni ikhfa haqiqi dan ro tarqiq. Disebut ikhfa haqiqi karena terdapat huruf nun sukun atau mati yang bertemu dengan huruf syin.

Kemudian ada ro tarqiq juga yang wajib dibaca tipis karena huruf ro tersebut mendapat harokat kasrah. Selanjutnya pada kata alwaswaasi, terdapat dua hukum bacaan yaitu idzhar qomariyah dan mad thabi’i.

Disebut idzhar qomariyah karena ada lam ta’rif yang dibaca dengan jelas, tidak langsung dimasukkan dalam huruf setelahnya, yaitu huruf wawu. Kemudian ada mad thabi’i karena terdapat alif setelah harokat fathah.

Pada kata alkhonnaas, juga terdapat hukum bacaan idzhar qomariyah, ghunnah dan mad aridl lissukun. Sementara penyebabnya, masih sama seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Berikut rincian tajwid untuk ayat keempat Surat An Nas:

  • Ikhfa’ Haqiqi: مِنْ شَرِّ
  • Ro’ Tarqiq: شَرِّ
  • Idzhar Qomariyyah: شَرِّ الْوَسْوَاسِ
  • Mad Thabi’i: الْوَسْوَاسِ
  • Idzhar Qomariyyah: الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِۖ
  • Ghunnah: الْخَنَّاسِۖ
  • Mad Aridh Lissukun: الْخَنَّاسِۖ

5. Hukum Bacaan Ayat Kelima

Tajwid Ayat Kelima dan Bacaan Surat An Nas Latin
Tajwid Ayat Kelima dan Bacaan Surat An Nas Latin

Dalam ayat kelima, terdapat hukum bacaan mad thabi’i pada kata alladzii karena ada huruf ya sukun yang jatuh setelah harokat kasrah. Kata fii juga mengandung mad thabi’i begitu pula dengan kata shuduuri.

Sementara pada kata annaas terdapat hukum bacaan idgham syamsiyah, ghunnah serta mad aridl lissukun.

Berikut rincian tajwid untuk ayat kelima Surat An Nas:

  • Mad Thabi’i: الَّذِيْ
  • Mad Thabi’i: فِيْ
  • Maad Thobi’i: صُدُوْرِ
  • Idgham Syamsiyah: لنَّاسِۙ
  • Ghunnah: لنَّاسِۙ
  • Mad Aridh Lissukun: لنَّاسِۙ

6. Hukum Bacaan Ayat Keenam

Adapun pada ayat keenam, terdapat hukum bacaan idzhar qomariyah dan ghunnah pada kata aljinnati. Kemudian pada kata wan naasi juga terdapat hukum bacaan idgham syamsiyah, ghunnah serta mad aridl lissukun.

Berikut rincian tajwid surat An Nas untuk ayat terakhir:

  • Idzhar Qomariyyah: مِنَ الْجِنَّةِ
  • Ghunnah: الْجِنَّةِ
  • Ghunnah: النَّاسِ
  • Mad Aridh Lissukun: وَالنَّاسِ

Surat An Nas memang sangat mudah dihafalkan. Namun, selalu perhatikan tajwidnya ya agar bacaannya bisa benar. Jika anda ingin membaca Al Quran menggunakan teks latinnya, maka perlu memperhatikan teks arabnya juga. Hal ini agar lebih mudah mendeteksi makhraj dan bacaannya.

Sekian bahasan AyatQuran.com mengenai Bacaan Surat An Nas Latin beserta Teks Arab dan Tajwidnya. Mudah mudahan dapat menambah pahala serta wawasan kita semua. Wallahu a’lam bish showab, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.

About the Author

Hanan Afifi

Alumni pondok pesantren modern di Kabupaten Semarang dan salah satu penulis di Ayat-Quran.com.

View All Articles